The New Emperor

Beberapa hari yg lalu di National Geografic Channel ada acara namanya “Brat Academy”, yg bercerita ttg sekolah buat anak2 bermasalah di China. Anak2 itu bukannya nakal tapi mereka terlalu di manja. Mereka di manja krn mereka adalah Little Emperor n Empress, anak2 tunggal yg lahir dr One Child Policy.

 Sejak tahun 1979, untuk mengkontrol populasi penduduk China pemerintah mereka mengesahkan One Child Policy – satu anak untuk satu keluarga. Meskipun peraturan itu bisa ngerem dikit booming populasi, tapi tyt ini bikin masalah sosial baru. Anak2 tungal tersebut jadi satu2nya tumpuan ortu bahkan kakek nenek (dr dua pihak), ortu jadi manjain mereka semua2 yg mereka minta dikasi, blum lagi yg kedua ortu hrs kerja, shg mereka di titipin ama kakek nenek yg semakin memanjakan mereka. Pada saat yg sama semua perhatian dan cinta yg di kasi dr ortu dan keluarga harga nya mahal sekali yaitu menjadi tumpuan keluarga. Karena ortu cuman ada satu anak maka anak tersebut hrs bisa menjadi yg terbaik buat keluarga, dan beban itu jadi berat banget buat anak2 tunggal tersebut. 

Saya sempet dpt pengalaman tinggal bareng dengan salah satu Little empress. Kebetulan ketika studi di China, saya sempet tinggal dengan beberapa anak lokal selama 1 tahun, salah satu dari mereka bener2 deh acting like an empress.  Dulu ada beberapa org cerita soal anak2 mainland  yg egois n manja, baru kali ini saya mengalami sendiri.  Misal aja, krn si Little Empress gak bisa tidur malem maka dengan enak nya tanpa nanya2 setiap jam 10 mlm dia lgs matiin lampu, trus kalo dia selesai pelajaran olah raga gak ada yg boleh pake kamar mandi karena dia mau mandi dulian, itu cuman sekelumit dr pengalaman saya ama si Little Empress.

Benernya sich gak semua keluarga harus cuman punya satu anak, ada beberapa perkecualian, keluarga petani atau keluarga dari suku minoritas seperti suku mongol, suku manchu.

One Child Policy jg bikin masalah baru, yaitu tinggi nya angka aborsi, krn spt kebanyakan negara di Asia, anak laki-laki lebih dihargai krn dianggap sbg penerus nama keluarga. Byk bayi perempuan yg diaborsi, oleh sebab itu di China dokter ObGyn di larang kasi tau jenis kelamin bayi selama di kandungan. Itu juga sebabnya kalo ada temen2 yg mau adopsi anak cewek pergi deh ke PRT, disana panti asuhannya isinya cuman bayi cewek, pemerintah PRT jg mempermudah buat org2 luarnegeri yg mau adopsi bayi cewek, tapi kalo buat bayi cowok………forget about it!!!!

3 Comments

  1. August 1, 2008 at 10:50 am

    Ya salah pemerintahnya sana……. Tinggal menuai akibatnya sendiri🙂

  2. life1ssimple said,

    August 2, 2008 at 2:35 am

    emang kadang pemerintah (negara mana pun) suka bikin peraturan yg cuman bagus scr jangka pendek tapi gak liat efek jangka panjangnya

  3. Budi said,

    August 12, 2008 at 4:09 pm

    seperti komenku di post yang lain. belum tentu mereka salah bikin kebijakan. tapi untuk dapat sesuatu pasti ada harga yang harus dibayar. murah ato mahal ya tetep aja harus dibayar.
    tinggal setelah akhir program mereka lihat itu sebagai ‘good deal or bad deal’

    di negara maju yang tanpa ada policy macem2 penyakit kayak gini bisa aja muncul koq. lihat supernanny?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: